Senin, 29 Desember 2014

ARTIKEL PENDIDIKAN

 CAHAYA YANG TIDAK AKAN PERNAH PADAM

Sebelum kalian membaca artikel ini, ada beberapa pertanyaan yang kalian harus jawab dan kalian renungkan…
Apakah kalian masih mengingat masa-masa indah waktu masuk sekolah dulu ,bermain dengan teman-teman, bernyanyi dan menari bersama-sama? Saya yakin, pasti kalian sangat mengingatnya dan  tidak akan pernah melupakannya
Apakah kalian pernah tidak mengerjakan PR Matematika dan di hukum mengerjakannya di depan kelas? Pasti pernah, karena waktu itu kalian masih menganggap masalah terbesar dalam hidup adalah PR Matematika
Apakah pada waktu di hukum atau guru memarahimu kalian merasa sakit hati atau benci pada mereka?
Apakah kalian ingin tahu maksud guru menghukum dan memarahi kalian pada waktu itu?
Kalau jawaban kalian ingin tahu, kalian boleh membaca artikel di bawah ini
Dan kalau jawaban kalian tidak ingin tahu, kalian boleh berhenti membacanya sampai di sini.


GOOD…..Saya yakin kalian pasti ingin tahu apa maksud guru seperti itu terhadap kalian!!!!!!!
Selamat Membaca!!!!!!

            Dalam melaksanakan tugas yang mulia, guru dituntut untuk  berani, tegas, percaya diri dan tidak ragu dalam mengambil keputusan. Guru harus berani memberikan sanksi berupa hukuman kepada siswanya yang melakukan pelanggaran, misalnya siswa yang tidak mau mengerjakan PR, siswa yang tidak mau mentaati tata tertib sekolah dan lain sebagainya. Guru harus mempunyai ketegasan dan keadilan. Dengan berani mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi kepada siswa yang melanggar peraturan, siswa bisa jadi lebih tertib dan disiplin.
            Apa yang dilakukan guru semata-mata untuk membentuk karakter siswa menjadi penerus bangsa yang tauladan, dan selalu berpegang teguh pada ajaran agama. Seorang guru tidak hanya mempersiapkan siswanya untuk sukses di dunia, tetapi juga sukses di akhirat nanti.
Pernyataan pahlawan tanpa tanda jasa memang layak disematkan kepada mereka seorang guru. Bagaimana tidak, guru yang mengajarkan baca tulis, berhitung, berfikir dan berwawasan luas. Tanpa mereka mungkin kita buta dan tuli terhadap ilmu pengetahuan. Guru adalah orang yang selama ini membimbing kita dari awalnya kita tidak bisa apa-apa saat masih Taman kanak-kanak (TK), hingga sampai SMP, SMA, Kuliah bahkan hingga akhir hayat.
Tugas guru sangat lah berat. Guru harus menjadi panutan bagi siswa didiknya, memberikan contoh perilaku yang baik, menanamkan sikap disiplin, jujur, adil, serta bertanggung jawab membentuk karakter bagi  para penerus bangsa. Guru yang baik tentu akan selalu berupaya meningkatkan kemampuan dirinya agar mampu menghadapi berbagai tantangan.
Tanggung jawab guru bisa dikatakan double. Guru bertanggung jawab kepada orang tua murid dan sekaligus guru juga bertanggung jawab menjadi orang tua ke dua yang bisa mendidik, membimbing serta mengarahkan siswa didiknya di sekolah.
Apakah kalian pernah merasa jengkel saat bertemu guru yang galak, atau guru yang kalian tidak suka? Saya yakin pasti kalian pernah merasakan dan mengalaminya.
            Sebenarnya saat guru memarahi dan bersikap galak kepada siswanya itu tidak menunjukkan sikap emosional dan kebenciannya kepada kalian, namun guru hanya ingin menjadikan siswanya memiliki sikap kedisiplinan dan tanggung jawab yang sangat tinggi. Itu adalah salah satu kepedulian guru terhadap siswanya.
            Guru akan sangat merasa puas jika siswa kelak di kemudian hari dapat menjadi manusia yang berguna bagi orang lain, berhasil membuat orang lain bangga dan bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya. Dan itu semua merupakan tujuan utama dari seorang guru yang berusaha mendidik kalian dari yang tidak tahu menjadi tahu,serta guru telah berhasil mewujudkan tujuan dari pendidikan naasional yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik dan menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
            Setiap orang sebenarnya dapat menjadi guru karena untuk menjadi guru kita tidak harus duduk dibangku kuliah terlebih dahulu, tetapi tidak semua orang dapat menjadi guru sejati dan guru yang sesungguhnya dilihat dari hakikat seorang guru.
            Dengan demikian kalian akan dapat merasakan jasa seorang guru. Semua jasa, kebaikan dan nilai moral seorang guru yang tidak akan pernah padam dan pudar oleh waktu. Maka beruntunglah siswa yang menyadari besarnya jasa guru. Akan menghargai guru di sekolah dan dimanapun berada. Belajar dengan giat, tekun dan bergembira. Untuk meraih prestasi belajar yang memuaskan. Menggapai cita-cita untuk menjadi orang yang berguna bagi orang tua, nusa dan bangsa serta agama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar