CAHAYA YANG TIDAK AKAN PERNAH
PADAM
Sebelum
kalian membaca artikel ini, ada beberapa pertanyaan yang kalian harus jawab dan
kalian renungkan…
Apakah
kalian masih mengingat masa-masa indah waktu masuk sekolah dulu ,bermain dengan
teman-teman, bernyanyi dan menari bersama-sama? Saya yakin, pasti kalian sangat
mengingatnya dan tidak akan pernah
melupakannya
Apakah
kalian pernah tidak mengerjakan PR Matematika dan di hukum mengerjakannya di
depan kelas? Pasti pernah, karena waktu itu kalian masih menganggap masalah terbesar
dalam hidup adalah PR Matematika
Apakah
pada waktu di hukum atau guru memarahimu kalian merasa sakit hati atau benci
pada mereka?
Apakah
kalian ingin tahu maksud guru menghukum dan memarahi kalian pada waktu itu?
Kalau
jawaban kalian ingin tahu, kalian boleh membaca artikel di bawah ini
Dan
kalau jawaban kalian tidak ingin tahu, kalian boleh berhenti membacanya sampai
di sini.
GOOD…..Saya
yakin kalian pasti ingin tahu apa maksud guru seperti itu terhadap kalian!!!!!!!
Selamat
Membaca!!!!!!
Dalam melaksanakan tugas yang mulia,
guru dituntut untuk berani, tegas,
percaya diri dan tidak ragu dalam mengambil keputusan. Guru harus berani
memberikan sanksi berupa hukuman kepada siswanya yang melakukan pelanggaran,
misalnya siswa yang tidak mau mengerjakan PR, siswa yang tidak mau mentaati
tata tertib sekolah dan lain sebagainya. Guru harus mempunyai ketegasan dan
keadilan. Dengan berani mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi kepada
siswa yang melanggar peraturan, siswa bisa jadi lebih tertib dan disiplin.
Apa yang dilakukan guru semata-mata
untuk membentuk karakter siswa menjadi penerus bangsa yang tauladan, dan selalu
berpegang teguh pada ajaran agama. Seorang guru tidak hanya mempersiapkan
siswanya untuk sukses di dunia, tetapi juga sukses di akhirat nanti.
Pernyataan
pahlawan tanpa tanda jasa memang layak disematkan kepada mereka seorang guru.
Bagaimana tidak, guru yang mengajarkan baca tulis, berhitung, berfikir dan
berwawasan luas. Tanpa mereka mungkin kita buta dan tuli terhadap ilmu
pengetahuan. Guru adalah orang yang selama ini membimbing kita dari awalnya
kita tidak bisa apa-apa saat masih Taman kanak-kanak (TK), hingga sampai SMP,
SMA, Kuliah bahkan hingga akhir hayat.
Tugas
guru sangat lah berat. Guru harus menjadi panutan bagi siswa didiknya,
memberikan contoh perilaku yang baik, menanamkan sikap disiplin, jujur, adil,
serta bertanggung jawab membentuk karakter bagi para penerus bangsa. Guru yang baik tentu akan
selalu berupaya meningkatkan kemampuan dirinya agar mampu menghadapi berbagai
tantangan.
Tanggung
jawab guru bisa dikatakan double. Guru bertanggung jawab kepada orang tua murid
dan sekaligus guru juga bertanggung jawab menjadi orang tua ke dua yang bisa
mendidik, membimbing serta mengarahkan siswa didiknya di sekolah.
Apakah
kalian pernah merasa jengkel saat bertemu guru yang galak, atau guru yang kalian
tidak suka? Saya yakin pasti kalian pernah merasakan dan mengalaminya.
Sebenarnya saat guru memarahi dan
bersikap galak kepada siswanya itu tidak menunjukkan sikap emosional dan
kebenciannya kepada kalian, namun guru hanya ingin menjadikan siswanya memiliki
sikap kedisiplinan dan tanggung jawab yang sangat tinggi. Itu adalah salah satu
kepedulian guru terhadap siswanya.
Guru akan sangat merasa puas jika
siswa kelak di kemudian hari dapat menjadi manusia yang berguna bagi orang lain,
berhasil membuat orang lain bangga dan bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya.
Dan itu semua merupakan tujuan utama dari seorang guru yang berusaha mendidik
kalian dari yang tidak tahu menjadi tahu,serta guru telah berhasil mewujudkan tujuan
dari pendidikan naasional yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik dan
menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Setiap orang sebenarnya dapat
menjadi guru karena untuk menjadi guru kita tidak harus duduk dibangku kuliah
terlebih dahulu, tetapi tidak semua orang dapat menjadi guru sejati dan guru
yang sesungguhnya dilihat dari hakikat seorang guru.
Dengan demikian kalian akan dapat
merasakan jasa seorang guru. Semua jasa, kebaikan dan nilai moral seorang guru
yang tidak akan pernah padam dan pudar oleh waktu. Maka beruntunglah siswa yang menyadari
besarnya jasa guru. Akan menghargai guru di sekolah dan dimanapun berada.
Belajar dengan giat, tekun dan bergembira. Untuk meraih prestasi belajar yang
memuaskan. Menggapai cita-cita untuk menjadi orang yang berguna bagi orang tua,
nusa dan bangsa serta agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar